KELUARLAH SAUDARAKU

Saudaraku kau tahu bencana datang lagi
Porak lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap
Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu
Sudah sedari lama berbaris-baris memanggil-manggil

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu
Dari kekhusuan i´tikafmu
Dari keakraban sahabat-sahabatmu

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari keheningan masjidmu
Bawalah roh sajadahmu kejalan-jalan
Ke pasar-pasar ke majelis dewan yang terhormat
Ke kantor-kantor pemerintah dan pusat-pusat pengambil keputusan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukan kembali hati-hati yang berserakan ini
Kumpulkan kembali tenaga-tenaga yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yang terindah
Ditengah badai gurun kehidupan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Berdirilah tegap di ujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah akan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kebenarannya

Sambut saja dia
Engkaulah yang ia cari ***

(H.M. Anis Mata, Dari Gerakan Ke Negara : Sebuah Rekrontruksi Negara Madinah yang Dibangun dari Bahan Dasar Sebuah Gerakan), Fitrah Rabbani dan Hidayatullah, Jakarta, Maret 2006

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Disqus Comments