Kisah G-30-S PKI Terungkap! Pertautan Soeharto-Untung...(Download Laporan Khususnya)

“Dalam bukunya, Soebandrio menceritakan, selama di penjara, Untung yakin dirinya tidak bakal dieksekusi. Untung mengaku G-30-S atas setahu Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto.”

(Koran tempo, 5 Oktober 2009, hal. B2)


Sebuah laporan khusus diketengahkan Koran tempo untuk memperingati hari TNI, 5 Oktober 2009. Laporan yang dipilih tidak jauh-jauh dari dunia militer, dan bahkan merupakan perbincangan yang tidak habis-habisnya dibahas, yaitu mengenai Tragedi G-30-S PKI. Jika selama ini kita hanya mendapatkan satu saluran informasi bahwa pelaku G-30-S adalah semata-mata PKI tanpa memperhatikan pihak-pihak lain yang terlibat, maka kali ini tempo menyajikan sesuatu yang berbeda.

Selama ini, barangkali kita mengetahui Letnan Kolonel Untung yang menjadi tersangka utama kasus G-30-S PKI. Di samping tentu saja masih ada tokoh-tokoh lain yang sering disebut seperti Latief, Dn Aidit, ataupun Sjam Kamaruzzaman. Kita tentu juga mengenal pasukan Tjakrabirawa yang dibentuk khusus untuk melindungi presiden soekarno dari aksi-aksi pembunuhan, namun belakangan justru malah menjadi ancaman utama keselamatannya, dengan melakukan gerakan G-30-S  yang terkenal itu.

Namun, ternyata hubungan tokoh-tokoh itu tidak sesimple yang terlihat.  Pasukan Tjakrabirawa, ternyata sudah sejak awal dipersiapkan untuk melakukan kudeta. Entah apakah ini kebetulan atau direkayasa, namun di antara pasukan Tjakrabirawa yang melakukan kudeta itu memiliki hubungan special yang cukup unik. Pertama, beberapa berasal dari battalion Sudigdo, satu-satunya battalion  yang ikut PKI. Battalion ini awalnya mengalami pembersihan, namun karena clash antara Indonesia belanda tahun 1948, pembersihan terhenti.  Orang-orang ini, termasuk Untung, kemudian masuk ke Batalion 454 Kodam Diponegoro, yang dikenal sebagai Banteng Raiders.  Saat itu Panglima Kostrad-nya adalah Soeharto. Di sini, terjadi kontak lagi antara Untung dan Soeharto.

Sejarah buruk orang-orang dalam battalion ini tertutup, tatkala mereka sukses dalam operasi pembebasan irian barat, yang kemudian mengantarkan letkol untung memperoleh penghargaan Bintang dharma.  Atas prestasi ini pula, Untung kemudian menjadi anak kesayangan A. Yani dan Soeharto.  Dari kedekatan inilah, kemudian untung diduga dapat masuk ke dalam pasukan Tjakrabirawa.

“Adalah menarik mengapa Soeharto merekomendasikan battalion mana saja yang diambil menjadi tjakrabirawa,” Kata Suhardi. Sebab menurut Suhardi, siapapun yang bertugas di Jawa tengah mengetahui banyak anggota Raiders saat itu yang eks gerakan madiun 1948. “Pasti Soeharto tahu itu eks madiun 1948.” (Koran tempo, 5 Oktober 2009, hal. B3)

Kedua, ternyata di antara pasukan itu ada Madura Connection.

Nah, seperti apa lengkapnya? Silakan telusuri sendiri beritanya dengan mengunduh/mendownloadnya di Edisi Khusus G30SPKI.zip.

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Disqus Comments