Dan Kau pun Memilihku

Aku masih di sini bersama ombak
Merangkai kata yang terserak
Bukan ku tak beranjak dan bergerak
Karna ku sedang menyentak benak menggali kerak

Dalam diam ku bergerak
Menapak keras menerjang ombak
Dan kau pun memilihku
Menabur dakwah menyemat asa

Moga seteguh Musa
Penuhi titah tuhannya
Meski tak ada tahu akhirnya
Lempar tongkat, pukulkan, dan selamat

Moga setegar Ummu Ismail
Tak banyak sangka curiga
Meski padang kelana dan tak tahu akhirnya, iman tetap di dada
“Bila demikian, pastilah kami tiada disia-sia”

Moga setulus Ibrahim
Meski tak tahu akhirnya
Korbankan cinta putra raih ridho-Nya
Khalilullah baginya

Moga sesabar Ismail
Meski tak tahu akhirnya
kesah tak lari, keluh tak tersedia
“Engkau kan dapatiku termasuk orang-orang yang sabar”

Ya, hanya soal keharusan bergerak
Menjemput takdir yang kan lewat
Dan kau pun memilihku
Menabur dakwah menyemat asa

Dan, aku masih di sini bersama ombak
Merangkai kata yang terserak
Bukan ku tak beranjak dan bergerak
Karna ku sedang menyentak benak menggali kerak

Pagi ini diruang konsentrasi,

Farid Ikhsan™

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Disqus Comments