Dan Aku pun Tergugu

Dan aku pun tergugu
Mendengar nama-Mu diseru
Di malam bisu di antara semak perdu
Bukan untuk dipuja, hanya gerutu

Begitupun aku tergugu
Heran melihat umat-Mu berseteru soal pemilu
“Don’t vote, stay Muslim” mereka bilang begitu
Sejauh itukah takfir berlaku?

Dan aku pun masih tergugu
Melihat tingkah bangsaku
Berebut susu bahkan empedu
Demi penuhi sepotong nafsu

Aku tergugu di negeriku
Bertebar bencana kecelakaan mengganggu
Bodoh dan zalim bercampur padu
Seolah tiada kebaikan di situ

Ah…, bukankah akan selalu ada pejuang-Mu
Masih ada yang berjibaku
Menggelar tikar yang tak lagi seperti dulu
Menambalnya, meski serapah menunggu

Ah…, bukankah akan masih ada pejuang-Mu
Merengkuh peluh menebar sungguh
Menderap gelap agar lekas tegap
Bergerak di bawah panji bisu, meski caci memburu

Bukankah saat malam kan muncul bulan?
Bukankah selepas malam kan tiba pagi
Lalu siang mendekap sore bersiap
Sungguh, fajar baru itu kan selalu ada

Hingga kiamat tiba……!

By: Farid Ikhsan™

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Disqus Comments