Meski jiwa tertimpa
Meski lara mendera
Meski pikir tersiksa
Sebab, sekali terlelap
Tak tahu lagi kapan bebas gelap
Susah bangun tetap tiarap
Hanya mimpi mampir hinggap
Segera jaga jangan terlelap
Karna bahaya siap mendekap
Karna ia saat tepat di malam gelap
Mintakan ampun dosa dan silap
Rabb, buat kami waspada
Dari goda dunia yang memenjara
Nikmat yang buat lena
Hati yang lalai lupa
Karena Kau tahu
Bagaimana kami berlaku
Hidup dalam kotor dan debu
Namun tak sadar dan tak mau tahu
Tetaplah dalam jaga
Meski jiwa tertimpa
Meski lara mendera
Meski pikir tersiksa
Prambanan, 12 April 2009
Farid Ikhsan™