Segera kupercepat langkah ke masjid agar tidak kehilangan orang itu. Sesampainya di sana, terdengar suara tilawah dari seorang pria berumur sekitar 30-an tahun. Bacaannya terdengar lancar dan tartil. Hanya tanya dalam hati, siapa gerangan pria ini. Tidak biasanya ada orang tilwah dengan keras pada waktu antara azan dan iqamah di sini. Pastilah ini orang yang azan tadi.
Imam memberi komando kepada simbah untuk iqamah, karena posisi simbah di depan pengeras suara. Sebelum shalat, ada yang sempat menyeletuk, "Itu orang yang gila itu, kan!"
"Ah, masak sih?" pikir simbah. Simbah segera mengikuti takbir imam. Kami shalat, menghadap sang Pencipta, tunduk dalam doa.
Selepas salam, orang tadi langsung saja keluar shaf tanpa ada isyarat apa pun sebelumnya. Menyisakan tanda tanya besar di hati kami. Entah, apakah ia tadi sudah sempurna salam atau belum. "Mungkin memang gila," pikir simbah.
Sesampainya di rumah, simbah cerita tentang kejadian tadi, dan ternyata memang mereka tadi melihat orang yang tadi dari arah masjid sambil bernyanyi-nyanyi lantang yang mereka pikir sebagai orang gila.
"Ah...!" Ada tawa bercampur ironi dalam hati. Tawa, karena yang shalat dan tilawah tadi ternyata orang gila. Ironi, karena seolah Allah sedang menelanjangi diri ini dengan kejadian itu.
"Lihatlah..! Orang gila saja shalat...! Bahkan ia azan..! Padahal itu tidak wajib bagi dia...
Tapi Lihatlah..! Ia Shalat..Ia Azan..! Padahal tidak sedikit orang yang mengaku waras, tapi tidak pernah shalat...! Apalagi azan..! Atau hanya shalat ketika ramadhan..! Itu pun hanya agar tetap dianggap sebagai orang Islam.. Betapa Jauhnya..! Betapa gilanya mereka..!!!"
Lebih gila mana, orang gila yang shalat, azan dan tilawah, atau orang-orang yang mengaku waras tapi tidak mau shalat dan hanya memperturutkan nafsunya?
Seorang "utusanmu" menemui kami malam itu, mengajarkan ilmu, hikmah dan introspeksi...
Ya Allah, tunjukkan yang haq itu haq, dan berilah kami kekuatan kepada kami, mudahkan kami menjalankannya...Dan tunjukkanlah bahwa yang bathil itu bathil.. dan mudahkan kami menjauhinya...
Postingan asli dari blog saya di http://farikhsaba.multiply.com/journal/item/219